Berbekal "Ganesha Lamp" dan didukung dengan ide bisnisnya yang memukau, tiga orang tim dari Teknik Elektro ITB berhasil meraih juara 1 ITB Entrepreneurship Challenge (IEC) 2010, sekaligus memenangkan kategori Best Product.
Tim yang beranggotakan Adhi Ichwan Kurniawan, Fela Rizki Wardana, dan Fadolly Ardin tersebut mengusung lampu rumahan yang sangat hemat energi, dengan biaya produksi terbatas.
Produk yang dinamakan "Ganesha Lamp" ini terdiri dari rangkaian 49 Led Emitting Diode (LED) berwarna putih. Namun, untuk menghemat energi, lampu LED ini tidak menyala sekaligus, tetapi dikendalikan oleh controller. Proses penyalaan dipercepat hingga 400 nanosekon, sehingga seluruh lampu LED ini terlihat menyala sekaligus.
Dengan cara kerja seperti ini, mereka menjelaskan bahwa lampu ini memiliki efisiensi energi yang sangat tinggi. Lampu ini hanya menggunakan daya listrik sebanyak 3 watt, namun cahaya yang dipancarkan setara dengan cahaya yang dipancarkan lampu bohlam 100 watt atau lampu neon 45 watt.
"Para pelanggan listrik cukup membayar biaya sekitar Rp 3.000 per tahun untuk setiap penggunaan satu buah Ganesha Lamp," terang mereka. Lampu ini juga dapat dijadikan alternatif untuk digunakan sebagai lampu penerang jalan. Pasalnya, kota Bandung yang memiliki sekitar 19 ribu titik tiang lampu di jalanan membutuhkan anggaran hingga Rp 42 miliar dengan lampu merkuri. Namun, dengan lampu ini pemerintah hanya membutuhkan biaya sekitar Rp 2,7 miliar.
Ide Bisnis Menarik
Rupanya, lampu ini tidak hanya menarik dari segi produk dan desainnya, melainkan juga dari segi ide bisnis. Menurut tim ini, untuk membuat sebuah prototype "Ganesha Lamp", mereka cukup membeli LED, controller, stabilizer, lamp cover, lamp holder, dan kabel yang tersedia di toko-toko. Untuk mendapatkan semuanya, mereka cukup mengeluarkan biaya sekitar Rp 100 ribu.
Jika diproduksi dalam skala besar, mereka memprediksi bahwa biaya produksi yang dibutuhkan hanya dibawah setengah dari biaya produksi prototype. "Apalagi lampu ini menggunakan daya listrik yang sangat rendah sekali," tambah mereka.
Menumbuhkan Semangat Wirausaha
Lomba Ide Bisnis Mahasiswa IEC 2010 merupakan kompetisi yang berusaha untuk menjaring mahasiswa-mahasiswa yang mempunyai ide bisnis yang inovatif. Rangkaian kegiatan yang telah dimulai pada awal tahun 2010 ini membangkitkan motivasi dan semangat para mahasiswa di Indonesia untuk berwirausaha, sehingga nantinya mereka tidak lagi mencari pekerjaan, tetapi justru membuka lapangan pekerjaan.
Pada kompetisi kali ini, dua tim lain dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta berhasil memenangkan juara 2 dan 3, masing-masing dengan karyanya "Raja Langit" dan "Golden Shrimp Feed" yang juga memenangkan kategori Best Business Process. Selain itu, satu tim dari Institut Pertanian Bogor (IPB) berhasil memenangkan kategori Best Presentation, dengan ide bisnis "Cafe Mie Jagung".(rel/itb)








